Kamis, 29 Maret 2012

Kenakalan remaja


Kenakalan Remaja

kenakalan remaja

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transis.

Definisi kenakalan remaja menurut para ahli

  • Kartono, ilmuwan sosiologi “Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.

  • Santrock “Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”

Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti?

Masalah kenakalan mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Jenis-jenis kenakalan remaja

  • Penyalahgunaan narkoba

  • Seks bebas

  • Tawuran antara pelajar

Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).

Faktor internal:

  1. Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.


  • Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

  • Faktor eksternal:

    1. Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.


  • Teman sebaya yang kurang baik

  • Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

  • Hal-hal yang bisa dilakukan/ cara mengatasi kenakalan remaja:

    1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.


  • Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.

  • Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.

  • Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.

  • Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.


  • Pengaruh HP dan Facebook bagi Perkembangan Remaja

    Pengaruh HP dan Facebook bagi Perkembangan Remaja



    Ting tung, vio langsung mengambil blackberry (BB) nya. Tertawa sesaat, mengetik sesuatu, lantas tertawa lagi.
    Di kesempatan lain, sebut saja rif sedang mojok di ebuah warnet dan sedang khusyu mengupdate status facebook (FB). Biar gak kuper katanya.
    Di jaman ini, hampir bisa dipastikan setiap orang yg kita temui pastilah punya HP. Untuk beberapa orang bahkan bergeser fungsinya tidak lagi skdar untuk komunikasi tapi lebih untuk bisa eksis di mata teman temannya. Oleh karenanya pula tidak heran kalau ada yang punya 5 HP. Aneh?
    Tidak bisa dipungkiri memang. Semakin majunya jaman berimbas pada kecepatan majunya media komunikasi. HP salah satunya. Dulu, orang pikir-pikir untuk nelpon ke HP karena mempertimbangkan pulsanya. Kini, bahkan orang merasa sama sekali tidak sayang tiap bulan mengeluarkan setidaknya 100 ribu untuk berlangganan layanan provider telepon seluler (ponsel). Gaya hidup pun ikut berubah. Dari untuk menjalin komunikasi dan silaturahim menjadi pertaruhan eksistensi diri.
    Lain HP lain lagi FB. FB adalah salah satu jejaring sosial yang diciptakan oleh anak muda kelahiran tahun 1984, Mark Zuckenberg. Awalnya, dia ciptakan jaringan maya super kompleks ini untuk tujuan sosial. Sekedar bisa mencari kawan lama atau kawan masa kecil. Dengan asumsi setiap orang akan bergabung di FB, maka siapapun bisa bernostalgia dengan kawan di masa lalu. Mark adalah anak muda kreatif yang menempuh pendidikan di Harvard University. Hingga dia menciptakan FB.
    Demikianlah yang berjalan hingga banyak bermunculan produk turunan FB. Saking luasnya jaring yang dibuat FB, para penggunanya berpikir untuk memanfaatkannya tidak hanya untuk mengunggah foto, memperbarui status, dan forum diskusi saja. Orang yg ingin mencari untung dari FB kemudian membuat portal pendidikan, website bisnis, laman silaturahim, hingga kriminalitas. Demikianlah adanya. Banyak kemudahan dan peluang yang diciptakan FB.
    Imbas menjamurnya FB adalah hadirnya fitur FB hampir di setiap HP baru. Untuk bisa update status, tak perlu ke warnet. Cukup menjejakkan jemari di keypad (papan ketik) HP dan OK maka status sudah diperbarui.
    Lantas, hadirnya HP plus FB aakah menguntungkan atau merugikan? Dipelukan kajian mendalam untuk bisa memutuskan untuk menggunakannya atau meninggalkannya.
    Silaturahim dan tawashau bilhaq
    Apakah kita masih ingat teman-teman masa lalu kita? Baik itu teman SD hingga kuliah, seiring dengan berjalannya waktu memori terhadap mereka akan hilang. Hanya sekedar menyebut nama saja tidak bisa kita sebut semuanya.
    Sesuai dengan tujuan awal Mark membuat FB, teman-teman masa lalu tadi sangat mungkin bisa bertemu lagi meskipun hanya di dunia maya. Asal setiap orang mempunyai email, tersambung ke jaringan internet, dan bergabung di FB maka tidak susah menemukan mereka. Di FB, kita bisa saling berbagi informasi tinggal di mana, profesi sebagai apa, apa saja aktivitasnya, sedang apa saat ini, hingga foto terbaru pun bisa kita unggah.
    Dengan akun FB yang dimiliki plus HP di tangan maka siapapun bisa memperbarui statusnya sedang apa saat ini. Sangat mudah ditemuai aplikasi FB di setiap HP. Dengan demikian, tidak repot lagi memperbarui status. Tidak hanya itu, bisa juga saling mengingatkan pada kebaikan seperti yang dilakukan pesantren virtual.
    Pendidikan dan dakwah
    Beberapa fasilitas dengan penamilan menarik yang disediakan FB, membuat para praktisi menggunakan melirik aplikasi ini. Dengan luasnya jaringan yang dibuat FB, akan sangat mudah menyebarkan informasi seputar pendidikan mulai dari info kursus, pendaftaran sekolah, website, mengunggah dan mengunduh, hingga forum diskusi.
    Sebagai contoh, URL inihttp://apps.facebook.com/blognetworks/blog/pendidikan_untuk_masa_depan/ menyediakan berbagai artikel dengan pendidikan untuk masa depan. Disamping adalah contoh display halaman FB SMA MTA Surakarta.
    Ada juga yang memanfaatkan FB sebagai ajang tawashau saling berwasiat tentang kebaikanhttp://www.facebook.com/pages/Pesantren-Virtual/54989160980 yang menamakan dirinya pesantren virtual.
    Bisnis Online
    Coba anda jawab. Saat ini, aktivitas FB anda kebanyak bersifat konsumtif atau produktif. Konsumtif artinya anda rela membeli pulsa hanya untuk update status tanpa melihat status apa yang diketikkan. Sedang produktif artinya dengan FB, anda bisa mendatangkan uang bahkan mungkin menjadi pengusaha lewat FB. Bagaimana caranya.
    Anda mau bisa punya penghasilan dari FB? Tidak sulit. Yang perlu kita lakukan adalah belajar jalan apa saja yang bisa menghasilkan uang. Sama seperti praktisi pendidikan membuat akun FB, untuk keperluan bisnis berarti perlu dipersiapkan sarana penunjangnya seperti profil usaha, katalog produk, fasilitas yang ditawarkan, dan masih banyak lagi tergantung bisnisnya bergerak di bidang apa.
    Habibie Afsyah adalah contoh riil pengusaha online yang menggunakan kekuatan FB salah satunya. Habibie ditakdirkan tidak seperti kebanyakan orang. Putra kelahiran 6 januari 1988 ini dengan segala keterbatasan fisiknya, kini menjalani usaha internet marketing. Aktivitasnya ini, pernah mendaat honor penjualan dari amazon.com sejumlah $2000. Subhanallah. Kita bisa belajar banyak dari Habibie untuk bisa menjadi pengusaha online. Profil Habibie bisa dilihat di http://akublogdanfulus.wordpress.com/2010/12/20/kelemahanku-adalah-kekuatanku/. Apakah anda tahu bahwa Habibie juga punya pesantren? Subhanallah.
    Bisnis dengan HP
    Mungkin anda mengerutkan dahi bagaimana bisa hanya berbekal HP pun kita bisa punya penghasilan. Semudah menggunakan FB dan aplikasi lainnya, yang perlu kita pelajari adalah jalannya bagaimana agar HP tidak hanya konsumtif tapi juga produktif.
    Bisnis menggunakan HP yang paling sederhana adalah jualan pulsa elektrik. Siapa yang menyangka kalau hari ini membeli pulsa adalah kebutuhan pokok. Bisa dihitung, dalam seminggu berapa uang yang kita keluarkan untuk pulsa, 5 ribu, 10 ribu, 20 ribu, atau bahkan hingga ratusan ribu? Bandingkan dengan kita makan, seminggu habis berapa.
    Dengan pesatnya perkembangan HP, pulsa bisa dikatakan sudah menjadi kebutuhan pokok. Punya HP tapi tanpa pulsa seakan kita hidup terisolasi. Bagaimana caranya jualan pulsa elektrik tanpa membuat counter? Cari saja penyedia jasa layanan pulsa elektrik, ada grahapulsa, kadopulsa, ezpulsa, dan masih banyak lagi. Setelah terdaftar mejadi member, anda akan mendapat kode untuk pengisian pulsa, misal X50.087878787878.1234. keuntungan yang dieroleh variatif dari 500 rupiah hingga 2ribu rupiah per transaksi. Jadi kalau dalam sehari saja anda bisa melakukan 200 transaksi, berapa hasilnya?
    Kecanduan FB
    Selain konten pornografi yang berdampak negative untuk perkembangan remaja, perlu diperhatikan juga materi pembaruan (update status) FB. Memang tidak salah jika kita rajin update status untuk sesuatu hal yang krusial dan signifikan. Misalnya saja update informasi pendaftaran sekolah, pendaftaran seminar/training, dan semacamnya.
    Rajin update status menjadi bermasalah ketika materi yang dituliskan hanya kalimat-kalimat sendau gurau saja. Sebagai seorang muslim, sebaiknya beberapa materi dihindari. Pertama, Komentar tidak penting, misalnya baju baruku disertai foto narsis. Dan kedua, Komentar negatif, misalnya menghina orang atau membuat pernyataan yang membunuh karakter orang. Ketika seseorang tidak bisa membatas diri materi yang diunggah, bisa-bisa dia sudah jatuh dalam perbuatan yang laghaa (sia-sia). Seorang mukmin seharusnya meninggalkan yang sia-sia sebagaimana tercantum dalam QS. Al Mukminun.
    Satu hal lagi, HP dan FB benar-benar bisa membuat seseorang kecanduan. Dalam sehari orang itu mengupdate status 100 kali sehari, bahkan lebih. Fenomena ini bisa melupakan ibu dari merawat anaknya. Seorang pelajar melupakan belajar. Seorang pekerja menelantarkan pekerjaannya. Pernah ada seorang anak membuat puisi Mama dan Facebook sebagai bentuk kekesalannya betapa FB lebih berharga di mata ibunya daripada anak sendiri. Na’udzubillah.
    Dampak Negatif HP dan FB
    Tak bisa dipungkiri, setia perkembangan teknologi selalu ada saja oknum yang mencoba mencari keuntungan instan. Tanpa memikirkan dampak negatif yang diciptakan, baik perorangan atau umum. Jika dilihat lebih jauh, mungkin iblis membisikkan niat-niat jahat kepada teman-temannya pada setiap perkembangan teknologi yang ada.
    Dengan bisikan iblis itu ada yang menggunakan HP untuk menyebarkan teror. Ada juga yang menggunakan FB untuk penipuan. Apakah kita tahu kalau semua data yang ada di FB itu benar atau palsu. Mungkin anda pernah menemui, dari nama akun kelihatannya seorang perempuan tapi kenyataannya laki-laki.
    FB untuk kriminalitas juga ada. Silakan buka http://kang-tejo.blogspot.com/2010/02/facebook-sarana-baru-untuk-kriminalitas.html dan dapat dilihat berbagai modus kriminalitas. Ada seorang gadis 15 tahun yang harus bunuh diri karena hinaan via FB. Ada lagi yang harus membunuh teman sendiri karena dihina lewat FB. Bahkan ada oknum guru agam yang menggunakan FB untuk menggoda remaja putri. Na’udzubillahi min dzalik.
    Di kalangan remaja, dampak negatif HP+FB sangat mudah tertular jika benteng iman tidak kokoh. Remaja dengan psikologis yang maish labil dan sedang mencari jatidiri sering salah arah dan mengikuti arus, sayangnya arus negatif yang diikuti.
    Pornografi juga memanfaatkan celah FB untuk merusak mental remaja. Dalam jangka panjang, efek pornografi bisa menyebabkan kerusakan otak permanen. Untuk melindungi remaja ktia dari pengaruh pornografi, setiap orang tau harus berperan menghadirkan Allah subhanahu wata’ala setiap saat. Diantara tanda-tanda seseorang kecanduan konten porografi diantaranya 1.mudah haus, 2. sering buang air kecil, 3. sering berkahayal, 4. sulit konsentrasi, 5. sering bermain “play station” dan internet dalam waktu yang lama, dan 6.prestasi akademik menurun.
    Bagi orang tua, ingatlah ayat berikut:
    16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, 17. kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at). (Q.S. Al A’raaf:16-17)
    Agar kita bisa menjaga diri dan keluarga di siksa api neraka.
    Hadirkan hal-hal positif agar anak-anak remaja bisa mengembangkan diri menjadi pribadi soleh pribadi dan soleh sosial. Mari menjadi orang tua melek FB dan internet agar tidak mudah dikelabui anak-anak kita. Dalam sebuah maqolah, belajar diwaktu muda laksana mengukir di atas batu, belajar di masa tua laksana mengukir di atas air. Jika sejak muda sudah terbiasa hal positif maka akan lebih mudah mendidik anak kita. Sebaliknya jika sudah terbiasa dengan hal negatif, berhati-hatilah karena akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.
    Pernah dimuat Majalah Armar’ah.

    Dampak dan Peran Orang Tua dalam pergaulan Remaja





    Dampak dan Peran Orang Tua dalam pergaulan Remaja

    Pada hakekatnya Moralitas remaja sekarang banyak yang nol. Ketika pergaulan telah membutakan hati mereka, segala macam cara mereka halalkan dan tidak memikirkan kepentingan orang lain. Dalam hal ini adalah keluarga besarnya yang terdiri dari ayah, ibu, adik, kakak dan saudara mereka yang laen.

    Para remaja punya standart sendiri dalam menilai pergaulan yang mereka dapat dari berbagai informasi yang begitu mudah didapat. Sayangnya informasi pergaulan tersebut tidak mengindahkan moral para remaja, namun malah menjadikan mereka seolah-olah bagai Raja yang tidak akan bisa diganggu oleh siapapun juga.

    Hal ini diperparah oleh sikap orang tua yang merasa tidak perlu lagi mengawasi anak yang dirasa sudah mulai dewasa. Padahal masa remaja inilah, masa yang paling rawan dalam pembentukan karakter pada masa yang akan datang.

    Terjadinya kehamilan diluar nikah adalah salah satu contoh keteledoran dan kelalaian orang tua dalam pengawasan dan nasehat atau pendidikan. Mereka melakukan free seksbiasanya karena beberapa kemungkinan :
    * Pertama, terpaksa dilakukan keduanya agar orang tua merestui hubungan mereka setelah tau sang perempuan Hamil, ini kesepakatan kedua remaja dengan rencana iblis...

    * Kedua, sang perempuan "dipaksa atau terpaksa" melakukan free seks karena desakan nafsu pacarnya untuk "pembuktian Cinta Gombalnya" dengan iming-iming akan bertanggungjawab jika terjadi Hamil. Atau memang mereka tidak pernah memikirkan "akibat" ini, karena telah terbungkus nafsu setan iblis Laknatulloh pada otak laki-laki.

    * Ketiga, sekedar untuk fun atau senang-senang karena pengalaman buruk yang pernah menimpa akibat free seks yang pernah dia lakukan dengan mantan Sang Pacar.

    Bunda dan Sobat STW, kiranya lebih arif dan bijak jika saat ini kita awasi dengan siapa, kapan dan kemana anak2 kita pergi. Jangan biarkan anak remaja terlalu bebas dalampergaulannya hingga mereka melakukan free seks yang akan merugikan anda dan kita semua.

    ETIKA PERGAULAN REMAJA

    Berbicara tentang remaja selalu mendapat tanggapan yang beraneka ragam. Sayangnya, sekarang ini kesan yang ada dalam benak masyarakat justru cenderung kebanyakan negatif. Dimulai dari perkelahian antar pelajar, pornografi, kebut-kebutan, tindakan kriminal seperti pencurian dan perampasan barang orang lain, pengedaran dan pesta obat-obat terlarang, bahkan yang sekarang lagi heboh adalah dampak pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan.
    Apalagi sekarang terpaan media informasi di abad millennium ini semakin merambah dengan cepat. Di daerah yang tidak diduga sekalipun bahkan terpencil ada saja tempat untuk pemutaran film-film porno. Rental VCD bertebaran di setiap tempat, belum lagi media cetak yang demikian bebas mengumbar informasi sensual dan kemesuman
    Satu masalah yang perlu mendapat perhatian serius adalah bebasnya hubungan antar jenis diantara pemuda yang nantinya menjadi tonggak pembaharuan. Islam sangat memperhatikan masalah ini dan banyak memberikan rambu-rambu untuk bisa berhati-hati dalam melewati masa muda. Suatu masa yang akan ditanya Allah di hari kiamat diantara empat masa kehidupan di dunia ini.

    Islam telah mengatur etika pergaulan remaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah :

    1. Menutup Aurat
    Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurot demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurot merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak boleh kepada jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah.
    Aurat laki-laki yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurat bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan.
    Di samping aurat, Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang.
    2. Menjauhi perbuatan zina
    Pergaulan antara laki-laki dengan perempuan di perbolehkan sampai pada batas tidak membuka peluang terjadinya perbuatan dosa. Islam adalah agama yang menjaga kesucian, pergaulan di dalam islam adalah pergaulan yang dilandasi oleh nilai-nilai kesucian. Dalam pergaulan dengan lawan jenis harus dijaga jarak sehingga tidak ada kesempatan terjadinya kejahatan seksual yang pada gilirannya akan merusak bagi pelaku maupun bagi masyarakat umum. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 32:
    “Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”
    Dalam rangka menjaga kesucian pergaulan remaja agar terhindar dari perbuatan zina, islam telah membuat batasan-batasan sebagai berikut :
    1. Laki-laki tidak boleh berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Jika laki-laki dan perempuan di tempat sepi maka yang ketiga adalah syetan, mula-mula saling berpandangan, lalu berpegangan, dan akhirnya menjurus pada perzinaan, itu semua adalah bujuk rayu syetan.
    2. Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh bersentuhan secara fisik. Saling bersentuhan yang dilarang dalam islam adalah sentuhan yang disengaja dan disertai nafsu birahi. Tetapi bersentuhan yang tidak disengaja tanpa disertai nafsu birahi tidaklah dilarang.

    Tata Cara Pergaulan Remaja
    Semua agama dan tradisi telah mengatur tata cara pergaulan remaja. Ajaran islam sebagai pedoman hidup umatnya, juga telah mengatur tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai agama. Tata cara itu meliputi :
    a. Mengucapkan Salam
    Ucapan salam ketika bertemu dengan teman atau orang lain sesama muslim, ucapan salam adalah do’a. Berarti dengan ucapan salam kita telah mendoakan teman tersebut.

    b. Meminta Izin
    Meminta izin di sini dalam artian kita tidak boleh meremehkan hak-hak atau milik teman apabila kita hendak menggunakan barang milik teman maka kita harus meminta izin terlebih dahulu

    c. Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda
    Remaja sebagai orang yang lebih muda sebaiknya menghormati yang lebih tua dan mengambil pelajaran dari hidup mereka. Selain itu, remaja juga harus menyayangi kepada adik yang lebih muda darinya, dan yang paling penting adalah memberikan tuntunan dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang benar dan penuh kasih sayang.

    d. Bersikap santun dan tidak sombong
    Dalam bergaul, penekanan perilaku yang baik sangat ditekankan agar teman bisa merasa nyaman berteman dengan kita. Kemudian sikap dasar remaja yang biasanya ingin terlihat lebih dari temannya sungguh tidak diterapkan dalam islam bahkan sombong merupakan sifat tercela yang dibenci Allah.

    e. Berbicara dengan perkataan yang sopan
    Islam mengajarkan bahwa bila kita berkata, utamakanlah perkataan yang bermanfaat, dengan suara yang lembut, dengan gaya yang wajar .

    f. Tidak boleh saling menghina
    Menghina / mengumpat hukumnya dilarang dalam islam sehingga dalam pergaulan sebaiknya hindari saling menghina di antara teman.

    g. Tak boleh saling membenci dan iri hati
    Rasa iri akan berdampak dapat berkembang menjadi kebencian yang pada akhirnya mengakibatkan putusnya hubungan baik di antara teman. Iri hati merupakan penyakit hati yang membuat hati kita dapat merasakan ketenangan serta merupakan sifat tercela baik di hadapan Allah dan manusia.

    h. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat
    Masa remaja sebaiknya dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat remaja harus membagi waktunya efisien mungkin, dengan cara membagi waktu menjadi 3 bagian yaitu : sepertiga untuk beribadah kepada Allah, sepertiga untuk dirinya dan sepertiga lagi untuk orang lain.

    i. Mengajak untuk berbuat kebaikan
    Orang yang memberi petunjuk kepada teman ke jalan yang benar akan mendapatkan pahala seperti teman yang melakukan kebaikan itu, dan ajakan untuk berbuat kebajikan merupakan suatu bentuk kasih sayang terhadap teman.

    Demikian beberapa tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai moral dan ajaran islam. Tata cara tersebut hendaknya dijadikan pedoman bagi remaja dalam bergaul dengan teman-temannya.Mudah-mudahan ini bisa kita jadikan renungan atau muhasabah.

    MASALAH# REMAJA

    Masalah-Masalah pada Masa Remaja

    problema remajaFase remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat penting. Harold Alberty (1957) mengemukakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanak sampai dengan awal masa dewasa. Conger berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa yang amat kritis yang mungkin dapat erupakan the best of time and the worst of time.
    Kita menemukan berbagai tafsiran dari para ahli tentang masa remaja :
    • Freud menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa mencari hidup seksual yang mempunyai bentuk yang definitif.Charlotte Buhler menafsirkan masa remaja sebagai masa kebutuhan isi-mengisi.Spranger memberikan tafsiran masa remaja sebagai masa pertumbuhan dengan perubahan struktur kejiwaan yang fundamental.
    • Hofmann menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa pembentukan sikap-sikap terhadap segala sesuatu yang dialami individu.
    • G. Stanley Hall menafsirkan masa remaja sebagai masa storm and drang (badai dan topan).
    Para ahli umumnya sepakat bahwa rentangan masa remaja berlangsung dari usia 11-13 tahun sampai dengan 18-20 th (Abin Syamsuddin, 2003). Pada rentangan periode ini terdapat beberapa indikator perbedaan yang signifikan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Oleh karena itu, para ahli mengklasikasikan masa remaja ini ke dalam dua bagian yaitu: (1) remaja awal (11-13 th s.d. 14-15 th); dan (2) remaja akhir (14-16 th s.d.18-20 th).
    Masa remaja ditandai dengan adanya berbagai perubahan, baik secara fisik maupun psikis, yang mungkin saja dapat menimbulkan problema atau masalah tertentu bagi si remaja. pabila tidak disertai dengan upaya pemahaman diri dan pengarahan diri secara tepat, bahkan dapat menjurus pada berbagai tindakan kenakalan remaja dan kriminal. Permasalahan yang mungkin timbul pada masa remaja diantaranya :
    Problema berkaitan dengan perkembangan fisik dan motorik.
    Pada masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat. Keadaan fisik pada masa remaja dipandang sebagai suatu hal yang penting, namun ketika keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya (ketidaksesuaian antara body image dengan self picture) dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang percaya diri. Begitu juga, perkembangan fisik yang tidak proporsional. Kematangan organ reproduksi pada masa remaja membutuhkan upaya pemuasan dan jika tidak terbimbing oleh norma-norma dapat menjurus pada penyimpangan perilaku seksual.
    Problema berkaitan dengan perkembangan kognitif dan bahasa.
    Pada masa remaja awal ditandai dengan perkembangan kemampuan intelektual yang pesat. Namun ketika, si remaja tidak mendapatkan kesempatan pengembangan kemampuan intelektual, terutama melalui pendidikan di sekolah, maka boleh jadi potensi intelektualnya tidak akan berkembang optimal. Begitu juga masa remaja, terutama remaja awal merupakan masa terbaik untuk mengenal dan mendalami bahasa asing. Namun dikarenakan keterbatasan kesempatan dan sarana dan pra sarana, menyebabkan si remaja kesulitan untuk menguasai bahasa asing. Tidak bisa dipungkiri, dalam era globalisasi sekarang ini, penguasaan bahasa asing merupakan hal yang penting untuk menunjang kesuksesan hidup dan karier seseorang. Namun dengan adanya hambatan dalam pengembangan ketidakmampuan berbahasa asing tentunya akan sedikit-banyak berpengaruh terhadap kesuksesan hidup dan kariernya. Terhambatnya perkembangan kognitif dan bahasa dapat berakibat pula pada aspek emosional, sosial, dan aspek-aspek perilaku dan kepribadian lainnya.
    Problema berkaitan dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas dan keagamaan.
    Masa remaja disebut pula sebagai masa social hunger (kehausan sosial), yang ditandai dengan adanya keinginan untuk bergaul dan diterima di lingkungan kelompok sebayanya (peer group). Penolakan dari peer group dapat menimbulkan frustrasi dan menjadikan dia sebagai isolated dan merasa rendah diri. Namun sebaliknya apabila remaja dapat diterima oleh rekan sebayanya dan bahkan menjadi idola tentunya ia akan merasa bangga dan memiliki kehormatan dalam dirinya. Problema perilaku sosial remaja tidak hanya terjadi dengan kelompok sebayanya, namun juga dapat terjadi dengan orang tua dan dewasa lainnya, termasuk dengan guru di sekolah. Hal ini disebabkan pada masa remaja, khususnya remaja awal akan ditandai adanya keinginan yang ambivalen, di satu sisi adanya keinginan untuk melepaskan ketergantungan dan dapat menentukan pilihannya sendiri, namun di sisi lain dia masih membutuhkan orang tua, terutama secara ekonomis. Sejalan dengan pertumbuhan organ reproduksi, hubungan sosial yang dikembangkan pada masa remaja ditandai pula dengan adanya keinginan untuk menjalin hubungan khususdengan lain jenis dan jika tidak terbimbing dapat menjurus tindakan penyimpangan perilaku sosial dan perilaku seksual. Pada masa remaja juga ditandai dengan adanya keinginan untuk mencoba-coba dan menguji kemapanan norma yang ada, jika tidak terbimbing, mungkin saja akan berkembang menjadi konflik nilai dalam dirinya maupun dengan lingkungannya.
    Problema berkaitan dengan perkembangan kepribadian, dan emosional.
    Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity). Usaha pencarian identitas pun, banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi. Ketika remaja gagal menemukan identitas dirinya, dia akan mengalami krisis identitas atau identity confusion, sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya.Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosialnya. Dia menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja atau justru dia menjadi orang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan perkelahian seringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya.
    Selain yang telah dipaparkan di atas, tentunya masih banyak problema keremajaan lainnya. Timbulnya problema remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Agar remaja dapat terhindar dari berbagai kesulitan dan problema kiranya diperlukan kearifan dari semua pihak.

    Rabu, 28 Maret 2012

    ciri ciri remaja menurut hurlock

    Ciri-Ciri Remaja




    Masa remaja mempunyai ciri tertentu yang membedakan dengan periode sebelumnya : Ciri-ciri remaja menurut Hurlock (1992), antara lain :

    a. Masa remaja sebagai periode yang penting yaitu perubahan-perubahan yang dialami masa remaja akan memberikan dampak langsung pada individu yang bersangkutan dan akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya.

    b. Masa remaja sebagai periode pelatihan. Disini berarti perkembangan masa kanak-kanak lagi dan belum dapat dianggap sebagai orang dewasa. Status remaja tidak jelas, keadaan ini memberi waktu padanya untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya.

    c. Masa remaja sebagai periode perubahan, yaitu perubahan pada emosi perubahan tubuh, minat dan peran (menjadi dewasa yang mandiri), perubahan pada nilai-nilai yang dianut, serta keinginan akan kebebasan.

    d. Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa peranannya dalam masyarakat.

    e. Masa remaja sebagai masa yang menimbulkan ketakutan. Dikatakan demikian karena sulit diatur, cenderung berperilaku yang kurang baik. Hal ini yang membuat banyak orang tua menjadi takut.

    f. Masa remaja adalah masa yang tidak realistik. Remaja cenderung memandang kehidupan dari kacamata berwarna merah jambu, melihat dirinya sendiridan orang lain sebagaimana yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya terlebih dalam cita-cita.

    g. Masa remaja sebagai masa dewasa. Remaja mengalami kebingungan atau kesulitan didalam usaha meninggalkan kebiasaan pada usia sebelumnya dan didalam memberikan kesan bahwa mereka hampir atau sudah dewasa, yaitu dengan merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan dan terlibat dalam perilaku seks. Mereka menganggap bahwa perilaku ini akan memberikan citra yang mereka inginkan. Disimpulkan adanya perubahan fisik maupun psikis pada diri remaja, kecenderungan remaja akan mengalami masalah dalam penyesuaian diri dengan lingkungan. Hal ini diharapkan agar remaja dapat menjalani tugas perkembangan dengan baik-baik dan penuh tanggung jawab.

    Rabu, 14 Maret 2012

    Pengertian remaja menurut para ahli

        Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pasa masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.
    Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.
    Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan pengertian remaja menurut Zakiah Darajat (1990: 23) adalah:
    masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang.

    Pengertian Remaja

    Hal senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa adolescene diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.
    Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa remaja akhir.  Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 – 12 tahun, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun (Deswita, 2006:  192).